Cosplay & Japanese Fashion

Halo! Sekarang saya ingin bahas tentang Cosplay & Japanese Fashion. Kalau ada yang ingin kalian tambahkan, bisa langsung komentar disini.

Memakai kostum dari sebuah karakter fiksi dan memainkan peran seperti karakter tersebut, yang tentu saja berbeda dari keseharian seorang cosplayer. Cosplay sendiri adalah singkatan dari Costume-Play.
Cosplay terus berkembang di berbagai belahan dunia. Dan ngga heran, kadang kita melihat seorang cross-dresser, yaitu seseorang yang memainkan cosplay berbeda dari gender aslinya. Tujuan bercosplay adalah menjadi versi nyata salah satu karakter favorit dari manga, game, atau anime. Kunci untuk mewujudkan karakter tersebut tidak hanya dari penampilan, tetapi juga dari kebiasaan, cara berbicara, dan juga kepribadian karakter aslinya. Para cosplayer mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk kostum dan accessories yang akan dipakai untuk cosplay.

Sekarang bisnis toko cosplay sedang berkembang, dan dapat dengan mudah di temukan di online. Cospa adalah salah satu toko cosplay di Akihabara, banyak sekali perlengkapan dan kostum cosplay yang bisa ditemukan disana. Dan jarang yang harganya dibawah Rp 1.000.000 bahkan lebih. Ada juga toko yang menyediakan used item atau barang second, hebatnya ada juga yang membuat kostum mereka sendiri.

Mungkin selagi cosplay, terkadang kalian mempunyai beberapa pilihan karakter yang ingin dipilih, khususnya karakter yang banyak sekali berganti kostum, misalnya Love Live.

Beralih ke fashion Jepang, Takeshita-Dori yang paling menarik perhatian saya. Takeshita-Dori adalah jalan yang menghubungkan Harajuku Station dan Meiji-Dori. Banyak sekali anak remaja  yang belanja atau hanya sekedar jalan-jalan bersama teman-temannya. Disini surga fashion Harajuku Style. Banyak toko baju, musik yang dipasang di jalan, snack-snack lucu, juga teriakan promosi dari berbagai toko. Mulai dari style Lolita, Gyaru, Punk, semua lengkap disini, kalian juga bisa Purikura disini. Dan wajib cobain crepes! Jangan lupa berkunjung ke Daiso, 100 yen store, mereka menjual bermacam-macam barang dengan harga yang sangat murah.

Ada juga style Decora yang memakai banyak warna dan accessories, stylenya yang seperti anak kecil dan warna yang cerah, layer contrast pakaian dan kaos kaki, rambut yang dipakaikan accessories jepitan warna warni dan kalung berbentuk boneka, kadang style ini juga memakai masker warna warni karena style decora adalah style yang sebisa mungkin men-dekorasi setiap bagian tubuh. Brand terkenal dengan style decora salah satunya 6% Doki Doki, pemiliknya adalah Sebastian Matsuda yang juga memliki Kawaii Monster Cafe.

Setiap weekend, staff dari berbagai majalah juga hunting street runway di Takeshita-Dori. Karena kalau kalian lihat di majalan-majalah Jepang, ada bagian street snap, biasanya yang difoto berdiri tegak, melihat kamera, senyum atau tanpa ekspresi, memperlihatkan pakaian mereka dari atas sampai bawah atau bisa disebut OOTD

Menuju ke Shibuya, disana ada bangunan ikonik bernama Shibuya 109 yang dipenuhi oleh brand-brand fashion ternama. Disini style kogyaru dan gyaru berkembang. Disini juga ada salon tanning untuk yang ingin merubah kulit putihnya menjadi lebih gelap. Gyaru atau gal bercirikan rambut yang berwarna coklat muda, kulit tanned, kaki dihiasi dengan loose socks, sepatu tinggi, dan terkadang makeup yang ekstrim. Untuk sekarang ini, style gyaru lebih feminine, cute dan elegan. Dan faktanya, menyebut makeup seorang gyaru “moreteru” yang berarti “looking better than the real thing” atau “fake is good” adalah sebuah pujian.

Kebanyakan gyaru sering memakai makeup yang berlebih, bagi mereka keluar rumah dengan tidak menggunakan makeup adalah hal aneh. Dan hal wajib yang mereka gunakan adalah contact lens yang membuat mata terlihat lebih besar. Lalu yang terpenting adalah bulu mata palsu yang dipasangkan di atas dan bawah mata. Yang unik dari makeup gyaru adalah menambahkan kantong mata atau mereka menyebutnya namida bukuro “tear bags” cara membuatnya adalah dengan mengunakan shading sticks terang atau bahkan glitter untuk membuat efek volume 3D. Gyaru juga memakai nail art yang terkadang ekstrim, dengan menggunakan batu mengkilap, dan juga accessories 3D bahkan nail piercings. Kebanyakan gyaru memakai rambut asli, dan yang pasti tidak berwarna hitam. Ada juga perkembangan style dari gyaru, yaitu Ganguro. Ganguro memakai makeup yang terang diatas kulit tanned yang gelap, bahkan gelap sekali. Baju yang digunakan juga lebih berani dalam kombinasi warna dan stylenya.

Favorit saya adalah Lolita Style. Pada dasarnya, baju Lolita terdiri dari jumper skirt dengan lapisan petticoat  di dalamnya, luaran berwarna pastel, blouse dengan banyak kerutan, pita, opnaisel, lalu memakai kaos kaki dan sepatu Mary Jane, juga accessories rambut dengan bahan renda. Seperti style victorian yang kekanak-kanak an. Deangan gaya yang cute, lolita memiliki sub-kategori lagi, misalnya sweet lolita, ada juga classic, punk, victorian, dll. Ada juga gothic lolita yang memakai warna-warna gelap, memakai ornamen salib, kelelawar, dan tengkorak.

Post ini akan terus di update! Jika ada kesalahan, tolong beritahu saya, dan jangan sungkan untuk memberi ide apa yang selanjutnya akan di bahas, mulai dari fashion, cosplay, food, atau yang lainnya

Terima kasih sudah mampir ke blog saya

Instagram: @angelrosedesign
Email: hello@angelrosedesign.com
Whatsapp: +62813 1668 1757

Always support Indonesian local brand, and be proud to wear local product.